Deddy Corbuzier menuai kritik tajam usai mengunggah video di akun Instagram @mastercorbuzier pada Sabtu (19/1/2024). Dalam video tersebut, Deddy—dalam keadaan telanjang dada—menyerang seorang anak yang mengeluhkan rasa menu ayam dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai kurang enak.
“Ada satu video yang gua lihat, ada anak ngomong, ‘ayamnya kurang enak’. Kurang enak, kurang enak, kepala elu pe’a,” ujar Deddy dengan nada marah.
Dia juga membandingkan anak tersebut dengan putranya, yang menurutnya tidak pernah mengeluh soal makanan sederhana seperti nasi kotak.
Namun, reaksi publik terhadap pernyataan Deddy justru berbalik tajam. Banyak pengguna media sosial mengecam sikapnya, menyebutnya arogan dan tidak empati.
Bahkan, Direktur Lokataru, Del Pedro Marhaen, mengaitkan Deddy dengan pemerintah, menudingnya sebagai pendengung atau buzzer, mengingat kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.
Ironisnya, sikap Deddy bertolak belakang dengan pendekatan Prabowo, yang menunjukkan respons lebih bijak terhadap kritik atas program MBG. Ini membuat banyak pihak menilai tindakan Deddy justru merugikan citra Prabowo.
Pedro mengungkapkan bahwa Deddy Corbuzier memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kedekatan ini semakin jelas saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, di mana Deddy diberi gelar kehormatan Letnan Kolonel (Letkol) Tituler di bidang komunikasi. Menurut Pedro, reaksi Deddy terhadap kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidaklah mengejutkan.
“Dengan popularitasnya yang tinggi, Deddy memiliki jangkauan luas untuk mengintimidasi individu tertentu,” ujar Pedro kepada Suara.com pada Selasa (21/1/2025).
Namun, sikap berbeda justru ditunjukkan Prabowo, penggagas program MBG. Prabowo menerima kritik dengan lapang dada. Bahkan, ia secara terbuka meminta maaf atas kekurangan program tersebut, terutama kepada siswa yang belum dapat menikmatinya.
“Makan bergizi ini secara fisik tidak mudah untuk segera ke seluruh rakyat. Untuk itu saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, saya minta maaf,” ucapnya dalam acara di Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
Sumber: suara.com